header

RESENSI GUNUNG KELIMA (THE FIFTH MOUNTAIN)

Penulis: yani
Tanggal : 11 May 2026

RESENSI

  oleh Yani
Hayati

GUNUNG
KE LIMA (The Fifth Mountain)  karya Paulo Coelho 

The
Fifth Mountain karya Paulo Coelho   m
engisahkan perjalanan spiritual dan ujian hidup Nabi Elia, menyoroti iman, ketaatan, dan 

perjuangan manusia menghadapi takdir dan kehilangan

 

Elia, yang berasal dari Israel dengan menghadapi mandat bahwa jika
dia tidak menyembah Tuhan dia akan dieksekusi. Dia berada di gurun, seekor
gagak memberinya makan dan seorang malaikat memberinya pesan untuk pergi ke
daerah lain. Dia pindah ke Gunung Kelima, yang merupakan tempat di mana para
Dewa berada, dan di sana dia memperoleh pengetahuan yang lebih besar.
Segala pencobaan ini membuat Elia mempertanyakan kasih dan
kemurahan hati Tuhan, dan mendorongnya mengambil satu keputusan: menentang
Tuhan sampai Dia memberikan jawaban.




Meski cerita ini diambil dari cuplikan episode
di Alkitab, temanya bersifat universal, yakni membahas hubungan antara manusia
dengan Tuhannya, dan betapa pentingnya iman serta pengharapan. Seperti Elia,
saat kemalangan datang silih berganti, kita pun sering kali bertanya-tanya,
"Kenapa ini terjadi pada saya?" "Kenapa Tuhan tidak mendengar
doa saya?"Ada orang-orang yang menjadi lebih kuat setelah mengalami
kemalangan, ada pula yang langsung menyerah dan tak mau bangkit lagi. Ada yang
jadi meninggalkan Tuhan, Ada pula yang jadi lebih dekat dengan Tuhan.

Saat membangun kembali kota yang telah hancur karena perang,
campur tangan Tuhan berlanjut melalui para malaikat yang melaluinya Ia menerima
pesan-pesan. Tema sentralnya adalah bahwa Elia sebagai manusia menerima
perintah dari Tuhan melalui para malaikat, dan tidak dapat melakukan apa pun
sendiri.

Penulis banyak menggunakan unsur-unsur yang memperindah sebuah
pesan dalam buku tersebut. Ada 235 halaman
menganggap alurnya
terlalu panjang untuk pesan yang disampaikan
.

Gunung kelima membuat
pembaca menjadi  bertanya-tanya kapan hal-hal
baik akan datang. Plot demi plot lebih banyak, terlepas dari pesan utamanya,
disukai oleh pembaca. Paulo Coelho dengan karya-karyanya cenderung praktis,
sederhana, tema dalam hal ini adalah tentang mengendalikan takdir dan bahwa
jika Tuhan adalah panduan, seseorang harus belajar untuk menghormati perintah.
Pada satu kesempatan dalam karya ini, penulis membuat kutipan dari bukunya yang
lain berjudul The Alchemist. 























Hal lain yang menarik adalah
bahwa penulis dalam buku ini
Bagaimana menghadapi kehilangan dan penderitaan dengan tegar,
bahwa pengalaman buruk membentuk karakter dan memoperkuat ketahanan spiritual
dan memberikan
inspirasi bagi para pembacanya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Gambar Pendukung