LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN
STORY TELLING
Tanggal
: 3 Pebruari 2026
Peserta
: KB AL Fitroh Kec.Cicantayan
Tema :
Mengenal bunyi binatang
Judul cerita : “Bussu
putri berhati emas”
Pesan moral : “Jangan suka meremehkan orang yang
kelihatan lebih lemah dari kita &
Jangan suka menyombongkan kelebihan kita”
Alat Peraga : TV Smart, sound, mike, buku cerita, alat
peraga dan boneka.
A. Pembukaan
Assalamualaikum wr,wb, Alhamdulillah,
adik-adik semua…. Jumpa disini dengan kami tim story telling yaitu: Kak
Yani
Apa kabar
semuanya ?.... Kami semua sangat senang bertemu dengan adik-adik .Hari ini kami dari
perpustakaan akan melakukan kegiatan story telling
(Bercerita) pada adik-adik semua, kita
semua akan bernyanyi,
tepuk-tepuk, yang pasti akan menambah kegembiraan adik-adik semua pada hari
ini. Dan tak lupa bagi adik-adik yang bisa menjawab pertanyaan dan yang berani
maju ke depan akan diberi hadiah. Anakku semua sudahkah menjadi anggota
perpustakaan?, pernahkah datang kesini sebelumnya?, Nah untuk itu kami
perkenalkan perpustakaan kepada adik-adik semuanya melalui kegiatan Story
Telling ini.
B. Tepuk : Anak Sholeh,
Perpustakaan dan anak hebat
C. Pemutaran Film
Kisah Islami : Nabi Nuh As
D. Tebak Bunyi
Binatang : Kak Yani
E. Tebak nama
sayuran dan buah-buahan: kak Ros dan Kak Is
F. Bercerita : kak Is
BUSSU PUTRI BERHATI EMAS
DAHULU kala, ada sebuah
keluarga dengan dua anak perempuan. Yang pertama adalah Putri Bussu dan yang
termuda adalah Putri Anam. Orang tua mereka adalah keluarga miskin. Sang ayah
adalah seorang petani dan ia hanya memiliki sawah kecil.
Petani sering meminta
putri-putrinya untuk membantu. Sayangnya, hanya Putri Bussu yang bersedia
membantu. Ya, dia gemar membantu dan taat kepada orang tuanya. Namun, Putri
Anam sebaliknya. Dia malas dan hanya memperhatikan penampilannya. Dia selalu
ingin terlihat cantik. Bahkan, dia selalu berpikir jika membantu ayahnya di
sawah tidak akan membuatnya terlihat cantik.
Suatu hari yang panas.
Putri Bussu membantu ayahnya di sawah. Dia sedang beristirahat di teras di
depan rumah. Hawa begitu panas. Dia berkipas untuk mendapatkan udara yang
sejuk.
Tiba-tiba, angin bertiup sangat keras. Kipasnya terbawa angin. Putri Bussu
mengejarnya dan akhirnya kipas tersangkut di atas pohon. Pohon itu ada di
halaman depan tetangganya. Nama tetangga itu adalah Pak Russa
Putri Bussu mengetuk pintu. Pak Russa bertanya apa yang terjadi. Dia
Dijelaskan,
"Kipas tangan saya tertiup angin dan sekarang terjebak di atas pohon Anda.
Biasakah Anda memanjat pohon dan mengambil kipas saya?" tanya Putri Bussu
dengan sopan.
"Tentu saja, saya dapat membantumu. Tapi aku sangat lapar sekarang.
Bisakah memasak bubur ayam di dapur saya?" tanya Pak Russa.
"Jangan khawatir Pak. Saya akan memasak bubur ayam lezat untuk Anda,"
kata Putri Bussu gembira.
Ya, dia pandai memasak.
Kemudian Pak Russa memanjat pohon dan meraih kipas. Ketika ia masuk ke dalam
rumahnya, ia melihat Putri Bussu sibuk memasak. Tidak lama setelah itu, bubur
ayam disajikan.
Bubur masih panas dan Pak Rusia tidak suka makan bubur panas. Sambil menunggu
bubur menjadi dingin, ia mengobrol dengan Putri Bussu.
Mereka mengobrol, dan akhirnya bubur dingin. Pak Russa segera
memakannya. Dia begitu bahagia. bubur sangat lezat
"Putri Bussu, bubur sangat lezat. Sekarang, saya ingin memberikanmu
hadiah. Saya memiliki beberapa labu. Kamu dapat mengambil satu."
"Terima kasih banyak, Pak."
Kemudian Putri Bussu mengambil satu labu kecil. Dia tidak serakah. Dia pikir
Pak Rusia masih membutuhkan labu. Setelah itu, ia pulang. Di rumah, Putri Bussu
membuka labu. Dia terkejut! Dia menemukan beberapa emas dan perhiasan di dalam
labu! Putri Anam begitu cemburu. Dia bertanya bagaimana Putri Bussu mendapat
labu. Dia Dijelaskan untuk Putri Anam tentang dia kipas tangan, bubur, dan
labu.
Setelah dia Tahu bagaimana untuk mendapatkan labu, Putri Anam melemparkannya
kipas tangan ke pohon Pak Russa
Lalu ia memintanya untuk mendapatkan dia kipas tangan. Pak Russa setuju, tapi
ia juga memintanya untuk memasak bubur ayam.
Ketika bubur masak, Putri Anam memberikannya kepada Mr Pak Russa. Dia berkata
bahwa bubur sudah dingin. Dia berbohong. Dia tidak sabar dan segera ingin
mendapatkan labu.
Ketika mencicipi bubur, Pak Russa marah karena ternyata bubur masih panas. Dia
tambah marah ketika Putri Anam meminta labu darinya. Dia menunjuk ke arah kamar
yang penuh labu. Putri Anam masuk ke dalam ruangan dan mengambil labu terbesar.
Tanpa mengucapkan terima kasih, ia berlari pulang.
Di rumah, dia langsung membuka labu. Dia terkejut! Dia tidak melihat emas dan
perhiasan. Sebaliknya ada beberapa ekor ular di dalam labu! Ular menggigitnya.
Putri Anam menjerit kesakitan. Putri Bussu Membantunya. Ketika dia sembuh,
Putri Anam berjanji untuk berperilaku baik. Dia menjadi suka membantu, patuh,
dan baik. ***
Pesan Moral:
Pesan moral dari cerita ini adalah bahwa kebaikan hati, kesabaran, dan
kejujuran akan mendapatkan balasan yang baik, sementara keserakahan,
ketidaksabaran, dan kebohongan akan membawa akibat yang buruk. Kesiapan Putri
Bussu untuk membantu, kesopanannya, dan sikap rendah hatinya membuatnya
mendapatkan hadiah yang berharga, sementara sifat egois dan ketidakjujuran
Putri Anam berujung pada hukuman. Cerita ini menekankan pentingnya berperilaku
baik dan menjadi orang yang membantu serta menghormati orang lain.
G. Kuis dan Penutup
1.
Tanya jawab
seputar nama tokoh yang ada dalam cerita dan bagi yang bisa menjawab
diberi hadiah.
2. Penutup, pembawa acara menutup acara story telling
lalu membaca surat Al-Asr bersama-
sama.
Sukabumi, 3 Pebruari 2026
Pustakawan,
Yani Hayati,S,Sos
NIP. 197103251992032001
VISUALISASI
KEGIATAN