header

Kunjungan dari Paud Anggrek kelas baca 12 Pebruari 2026

Penulis: Admin
Tanggal : 13 February 2026

LAPORAN KEGIATAN KUNJUNGAN

STORY TELLING

 

Tanggal           
:  12 Pebruari 2026

Peserta           
:  Paud Anggrek Kelas Baca

Tema                  :  Mengenal Buah-buahan

Judul cerita      : 
“Maya Si Lebah”

Pesan moral    :  Patuhi nasihat orang tua, mampu
memikul tanggungjawab  

                               dan bersikap menghormati orang lain.

Alat Peraga      :  TV Smart, sound, mike, buku cerita, alat
peraga dan boneka.

 

A.    
Pembukaan

      Assalamualaikum
wr,wb, Alhamdulillah, adik-adik semua….
Jumpa disini dengan kami tim story telling yaitu: Kak Yani

       Apa kabar semuanya ?.... Kami semua
sangat senang bertemu dengan adik-adik
.Hari ini kami dari perpustakaan akan melakukan kegiatan story telling
(Bercerita) pada adik-adik semua,  kita
semua akan 
bernyanyi, tepuk-tepuk, yang pasti akan menambah
kegembiraan adik-adik semua pada hari ini. Dan tak lupa bagi adik-adik yang
bisa menjawab pertanyaan dan yang berani maju ke depan akan
diberi  hadiah. Anakku semua sudahkah menjadi anggota
perpustakaan?, pernahkah datang kesini sebelumnya?, Nah untuk itu kami
perkenalkan perpustakaan kepada adik-adik semuanya melalui kegiatan Story
Telling ini.

 

B.   
Tepuk : Anak Sholeh, Perpustakaan dan anak hebat, dan yang maju
kedepan diberi hadiah

C.   
Pemutaran Film
Kisah Islami :
Nabi Nuh As

D.  
Tebak Bunyi
Binatang :
Kak Yani

E.   
Tebak nama
sayuran dan buah-buahan
: kak Ros dan Kak
Is

F.   
Bercerita : kak
Is

MAYA SI LEBAH

     Di
Istana lebah yang terletak di tengah hutan, ada seekor lebah yg manis. Maya
namanya. Ia masih kanak-kanak dan belum pernah keluar istana .Suatu hari Nenek
Cassandra bercerita tentang dunia luar yg belum dikenalnya.

‘’Maya , di luar istana ini ada burung-burung kecil  yang berkicau dan bermacam-macam serangga. Di
padang rumput,  banyak bermekaran bunga
tulip dan bunga mawar yang mengandung madu yang manis. Kalian semua akan
bekerja mengumpulkan madu bunga-bunga itu.

     Tapi, diluar
sana tidak hanya ada hal-hal yang menyenangkan saja. Ada juga yang berbahaya.
Saat itulah kau bisa melindungi dirimu dengan sengat yang ada di
pantatmu,”lanjut Nenek cassandra. Keesokan paginya, Maya bangun pagi-pagi
sekali. Hari ini adalah hari pertamanya keluar istana. Langit disebelah timur
makin memerah. Maya tidak bisa menahan gembiranya. “Horee…,aku akan terbang,”seru
Maya. Maya terbang bersama kakak-kakaknya dengan amat gembira. Mereka mulai
berdengung mengepakkan sayap. “Wow !Ladang bunga, ,”kota dan sungai tampak
kecil,” seru mereka.

    Tanpa sadar
Maya terpisah dari kakak-kakaknya.”Kemana kakak-kakak pergi? Ah, mungkin
dikebun bunga itu!” Maya menjadi bingung. Maya turun ke kebun bunga, tetapi
kakak-kakaknya tidak ada disana. Ketika sedang beristirahat dikelopak bunga
tulip, ia mencium bau harum madu yang manis dari dalam bunga itu. “Kebetulan
sekali aku haus! ”Diminumnya madu bunga yang lezat itu banyak sekali sampai
perutnya kenyang.
“Aduh enaknya madu ini. Benar-benar tempat
yang
menyenangkan. Betapa senang hidup dikebun
bunga seorang diri seperti ini. Aku bisa terbang kemana saja, bisa minum madu
sesukaku, dan tak usah bekerja,”kata Maya seorang diri. Rasanya ia tak ingin
kembali.

     Dunia luar
yang dilihatnya merupakan dunia yang benar-benar baru. Seharian ia terbang
diantara rumput dan bunga-bunga. Matahari mulai tenggelam dan sekeliling
menjadi semakin gelap. Maya gemetar kedinginan.”Sekarang semuanya pasti sedang
makan malam di istana yang hangat,”kata Maya menyesali diri.

Kukuruyuk! Satu malam telah berlalu. Cit,
cit, cit, ciit, cuit, cuit, burung-burung kecil berkicau.
“Selamat pagi!”Sapa Paman Peppi, seekor kumbang madu yang
terbangun oleh suara burung-burung kecil. “Hei lebah kecil, bagaimana kalau
kesini untuk sarapan? ”sapanya lagi pada Maya. “Terima kasih paman yang baik.
Pagi ini indah sekali,”jawab Maya.

       Maya segera
membasuh wajahnya dengan embun pagi. Diminumnya madu bunga mawar yg ditawarkan
paman peppi.”Terima kasih banyak , Paman,” kata Maya sambil membungkukkan
badan. Lebah kecil, kau anak yg sopan,” puji paman Peppi Maya sudah kenyang,
lalu pergi terbang. Beberapa saat kemudian, tibalah Maya disebuah kolam. “uh,
Aku capek! lebih baik aku istirahat dulu.”Maya menurunkan  kakinya, dan beristirahat sebentar.
Tiba-tiba, hans, seekor lalat datang terbang ke tempatnya. “Ini Tempatku. Sana,
pergi!”usirnya pada Maya.

      “Mana
mungkin? Aku lebih dulu datang ke sini,”kata Maya kesal. ”Setiap serangga punya
tempat berpijak. Itu adalah hukum dunia serangga,”teriak Hans tak mau kalah.
Syuut…Shunuk seekor capung datang kesitu dan menangkap Hans.”To,
toloong….!”teriak Hans. Dalam sekejap Hans dimakan oleh Shunuk. “Me…mengapa kau
begitu kejam?”kata Maya gemetar. “Di dunia serangga, capung menjaga kelangsungan
hidupnya dengan memakan lalat,”jawab Shunuk. Tiba-tiba,…..slurp! Dari dalam
kolam muncullah seekor katak hendak memakan Shunuk. Dengan cepat Shunuk
menghindar. “Bahaya! Katak memakan capung juga termasuk hukum dunia serangga,”
seru Shunuk.

     Lama
kelamaan Maya menjadi takut dengan isi dunia.”Toloong….!”terdengar teriakan
dari semak-semak rumput. Maya segera menghampiri suara itu. Ia melihat badan
Kurt, kumbang badak yang terlentang.”Hei lebah! Tolong aku, ulurkan tanganmu,”
teriak Kurt ketika melihat Maya. “Kumbang Badak, aku ingin menolong, tapi
tenagaku tak kuat,”jawab Maya.”Sebentar, aku punya ide. Tunggu, ya,” lanjut
Maya sambil menarik ujung sehelai  rumput
“Kurt, tangkaplah ujung rumput ini,”teriak Maya. Kurt menangkap ujung rumput
itu.

‘Yo-ho,”teriak Kurt sambil berusaha bangun.”Terima kasih
lebah. Aku tak akan melupakan jasamu.
Nah, selamat
tinggal,” ucap Kurt.

      “Hari mulai
malam. Aku harus cepat-cepat mencari tempat untuk tidur,” kata Maya

Astaga! Maya terjatuh di antara dua pohon. Ia
terperangkap di sarang laba-laba.

“Hi…hi…hi…, makan malam yang lezat,” kata Laba-laba
sambil mengeluarkan taringnya. Ia mendekati Maya. Maya berusaha melepaskan diri
sekuat tenaga, tapi usahanya sia-sia.

Brr, brr…! Terdengar suara kepak sayap yang berat. Itu
Kurt! Dengan sayapnya ia menghancurkan